Apakah kesempurnaan itu?
Bagaimanakah manusia dikatakan sempurna?
Apakah dia yang rupawan? Banyak harta? Banyak ilmu? Itu bila dilihat secara umum. Lalu bagaimana bila dlilihat lebih detail lagi? Misalnya, apakah orang yang sempurna itu yang rambutnya lurus? Yang tubuhnya atletis? Yang mobilnya lima? Rumahnya besar? Bisa masak? Itu secara fisik. Bagaimana bila dilihat persifatannya? Yang senyumnya menawan? Yang sabar? Yang penyayang? Yang... ah sudahlah.
Walaupun dikatakan bahwa manusia adalah makhluk yang paling sempurna, manusia tak kan pernah bisa menjadi manusia yang sempurna. Akan tetapi disitulah letak kesempurnaan itu sendiri. Ketika para manusia saling melengkapi kekurangan satu sama lain, maka mereka akan menemukan kesempurnaan itu. Dan kesempurnaan disini dipahami secara menyeluruh, bukan secara personal.
Dari sinilah bisa disimpulkan bahwa seorang manusia tak kan menemukan kesempurnaan jika tak bisa memanusiakan manusia lain. Karena dengan interaksi itulah manusia akan mudah menjalani hidup. Diatas semua itu tentu interaksi dengan Sang Maha Sempurna menjadi hal yang utama.
Jadi arti manusia sebagai makhluk yang sempurna, adalah manusia diberi kemampuan untuk berinteraksi dengan penciptanya dan juga dengan sesama manusia serta makhluk lainnya. Itulah kesempurnaan sejati yang dimiliki manusia.
Janganlah kau mencari kesempurnaan pada manusia, tetapi carilah kesempurnaan bersama manusia.

Belum ada tanggapan untuk "Sempurna"
Posting Komentar